Wednesday, December 12, 2018
Sunday, October 14, 2018
Banjir Sejumlah Titik Di Pasaman Barat Masih Belum Surut

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Banjir di sejumlah lokasi seperti Sedangkan di Rantau Panjang, Sikilang, Kecamatan Lembah Melintan di Banjar Bahal, Gunung Sorik, Suka Rame dan Aek Jonih di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat masih belum surut
Relawan Palang Merah Indonesia Pasaman Barat Dodi Ifanda di Simpang Empat,Sabtu mengatakan beberapa kawasan airnya sudah mulai surut seperti Jambak, Batang Saman, Kapa dan titik lainnya
Pihaknya bersama pihak terkait terus berupaya membantu warga untuk evakuasi. Namun, terbatasnya tenaga yang ada sementara titik lokasi banjir yang banyak menyebabkan bentuan evakuasi dilakukan menyebar.
"Mudah-mudaham air cepat surut dan bantuan segera berdatangan," katanya.
Relawan PMI Lembah Melintang, Wafriman Matondang membenarkan ada tiga titik banjir yang butuh bantuan yakni kampung Banjar Bahal, Gunung Sorik, Suka Rame dan Aek Jonih.
"Akses menuju lokasi itu sangat sulit karena air masih tinggi dan informasinya ada rumah warga yang hanyut," katanya.
Pihaknya hanya bisa sampai di dua kampung, yakni Kampung Termudik dan Kampung Joring.
Dari data sementara yang ada sekitar 1.000 kepala keluarga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Lembah Melintang.
"Masyarakat sangat membutuhkan bantuan baik untuk evakuasi juga bantuan makanan dan obat-obatan serta bantuan lainnya," harapnya.
Relawan Palang Merah Indonesia Pasaman Barat Dodi Ifanda di Simpang Empat,Sabtu mengatakan beberapa kawasan airnya sudah mulai surut seperti Jambak, Batang Saman, Kapa dan titik lainnya
Pihaknya bersama pihak terkait terus berupaya membantu warga untuk evakuasi. Namun, terbatasnya tenaga yang ada sementara titik lokasi banjir yang banyak menyebabkan bentuan evakuasi dilakukan menyebar.
"Mudah-mudaham air cepat surut dan bantuan segera berdatangan," katanya.
Relawan PMI Lembah Melintang, Wafriman Matondang membenarkan ada tiga titik banjir yang butuh bantuan yakni kampung Banjar Bahal, Gunung Sorik, Suka Rame dan Aek Jonih.
"Akses menuju lokasi itu sangat sulit karena air masih tinggi dan informasinya ada rumah warga yang hanyut," katanya.
Pihaknya hanya bisa sampai di dua kampung, yakni Kampung Termudik dan Kampung Joring.
Dari data sementara yang ada sekitar 1.000 kepala keluarga terdampak banjir di wilayah Kecamatan Lembah Melintang.
"Masyarakat sangat membutuhkan bantuan baik untuk evakuasi juga bantuan makanan dan obat-obatan serta bantuan lainnya," harapnya.
2 Jembatan Gantung Putus, 875 KK Terisolasi di Pasaman Barat
SIMPANG EMPAT - Sedikitnya 875 kepala keluarga (KK) di dua lokasi Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) terisolasi akibat putusnya dua jembatan gantung di Tanjung Pangkal-Gersindo di Kecamatan Pasaman dan jembatan Silayang-Lubuk Gobing di Kecamatan Ranah Batahan.
Camat Pasaman Andre Affandi mengatakan, jembatan gantung itu memiliki bentangan sekitar 100 meter yang menghubungkan Gersindo-Tanjung Pangkal menuju Ibu kota Kabupaten Pasaman Barat yakni Simpang Empat.
"Benar, jembatan Tanjung Pangkal menuju Gersindo putus total dilanda banjir. Sekitar 200 kepala keluarga boleh dikatakan terisolasi di Gersindo," katanya, Jumat (12/10/2018) seperti dilansir iNews.id.
Dia menjelaskan, untuk akses menuju Simpang Empat melalui dua jalan, pertama melewati jembatan gantung Tanjung Pangkal dan kedua dari Batang Saman. Sementara akses daerah Batang Saman juga terputus karena meluapnya Sungai Batang Saman.
Pihaknya bersama Musyawarah Pimpinan Kecamatan dan pihak terkait sedang mengumpulkan data rumah yang hanyut dan kerugian lainnya akibat banjir sejak Kamis (11/10).
"Untuk Kecamatan Pasaman ada dua titik banjir yang parah yakni Batang Saman dan Tanjung Pangkal, serta beberapa titik lainnya. Saat ini kami masih mengumpulkan data," ujarnya.
Sementara itu Camat Ranah Batahan Syawirman membenarkan jembatan gantung Silayang-Lubuk Gobing terputus total. "Jembatan itu menghubungkan Jorong Silayang menuju Lubuk Gobing yang merupakan akses utama. Saat ini terputus total," kata Syawirman.
Dia menyebutkan, sedikitnya 675 KK terisolasi di Lubuk Gobing karena putusnya jembatan penghubung tersebut. Dengan bentangan jembatan sekitar 65 meter, jembatan itu sangat penting bagi masyarakat karena satu-satunya akses menuju Lubuk Gobing.
"Kami sedang di lapangan dan mendata berapa rumah yang terendam dan rusak akibat banjir. Diperkirakan puluhan hektare lahan pertanian terendam banjir," ujarnya.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Tri Wahluyo membenarkan ada dua unit jembatan yang putus. “Ribuan rumah juga terendam saat ini. Kami masih memberikan bantuan evakuasi bagi warga korban banjir,” tuturnya. ***
SUMBER: GOSUMBAR
Seluruh Puskesmas di Pasaman Barat Buka Posko Banjir

PASBAR – Banjir melanda seluruh kecamatan yang ada di Pasaman Barat. Banjir dimana-mana, ribuan KK diungsikan. Tim penanggulangan bencana kucar kacir dibuatnya, akses jalan putus, bantuan tidak bisa disalurkan. Sementara hujan turun juga.
Melihat situasi tersebut, Bupati Pasaman Barat, Syahiran menginstruksikan agar seluruh stakeholder turun tangan. Instansi terkait agar cepat tanggap membantu para korban. Salah satunya Dinas Kesehatan.
Kata Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Haryunindra pihaknya membuka posko kesehatan untuk para korban banjir disetiap Puskesmas. “Bencana banjir hampir melanda 11 kecamatan yang ada. Kami menyiagakan puskesmas yang ada di setiap kecamatan,” katanya.
Ia mengatakan di antara Puskesmas yang siaga adalah Puskesmas Simpang Empat, Puskesmas Aia Gadang, Puskesnas Kinali, Puskesmas Sasak dan Puskesmas Ujung Gading, Puskesmas Ranah Batahan, Puskesmas Koto Balingka, Puskesmas Sungai Aur dan yang lainnya.
“Kami menginstruksikan puskesmas yang ada untuk siaga termasuk dokter dan perawatnya. Masyarakat sangat membutuhkan bantuan,” katanya.Ia mengatakan di antara Puskesmas yang siaga adalah Puskesmas Simpang Empat, Puskesmas Aia Gadang, Puskesnas Kinali, Puskesmas Sasak dan Puskesmas Ujung Gading, Puskesmas Ranah Batahan, Puskesmas Koto Balingka, Puskesmas Sungai Aur dan yang lainnya.
Selain menyiagakan posko kesehatan di setiap puskesmas, pihaknya juga memberikan makanan tambahan berupa biskuit untuk anak-anak.
“Posko kita siagakan dengan perawatnyan serta ambulan. Selain itu juga pemberian makanan untuk anak-anak,” ujarnya. (dika)
SUMBER: SINGGALANG
Diterjang Banjir dan Longsor, Tanggap Darurat Diberlakukan di Pasaman Barat
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/780075/original/001716700_1539337611-longsir.jpg)
Liputan6.com, Pasaman Barat - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengumumkan tanggap darurat selama tujuh hari untuk bencana banjir di daerah itu.
"Sesuai persetujuan bupati maka tanggap darurat selama tujuh hari diberlakukan sejak 11 Oktober sampai 18 Oktober 2018," kata Kepala Badan Perencanaan Daerah (BPBR) Pasaman Barat, Tri Wahluyo di Simpang Empat, Sabtu (13/10/2018).
Ia mengatakan, bencana banjir sejak Kamis 11 Oktober atau kemaren lusa merupakan banjir terbesar yang pernah terjadi di Pasaman Barat, datangnya serentak di 11 kecamatan yang ada.
"Saat ini di beberapa titik lokasi banjir tim gabungan BPBD, Basarnas, PMI, TNI, Polri dan masih mengevakuasi terhadap korban banjir. Evakuasi secara swadaya dari masyarakat juga terus dilakukan," katanya.
Hingga Sabtu pagi sejumlah lokasi banjir sudah mulai surut. Curah hujan juga sudah mulai berhenti. Masyarakat saat ini juga sudah mulai berupaya menyelamatkan rumah tangga yang bisa diselamatkan.
"Memang di sejumlah titik lokasi banjir sudah mulai surut seperti di wilayah Jambak," ujarnya.
Sementara itu di lokasi Batang Saman yang sempat membuat arus transportasi terputus selama dua hari sudah mulai lancar.
Dari data sementara lebih dari 1.000 rumah yang terdampak banjir. Begitu juga lahan pertanian yang rusak lebih dari 1.000 hektare.
"Masyarakat di Tanjung Pangkal, Batang Saman, Koto Sawah Ujung Gading, Lubuk Gobing dan daerah lainnya masih mengungsi karena rumahnya masih tergenang air," sebutnya dilansir Antara.
Kemudian dari data sementara, kerugian akibat banjir mencapai miliaran rupiah. Ratusan rumah rusak. Selain itu di sejumlah titik juga mengalami longsor. Seperti di Talamau, Kinali, Air Bangis dan Muaro Kiawai.
"Mudah-mudahan cuaca kembali baik dan air susut. Bantuan dari berbagai pihak juga sudah mulai mengalir," ujarnya.
Banjir bandang menyebabkan 4 orang meninggal dunia dan 3 orang hilang. Terdapat korban anak-anak atas nama Anis (2,5) san W.Efendi (10) yang hanyut akibat banjir bandang. Korban meninggal lain adalah Roni (30) dan Yerinda (56). Sedangkan 3 korban hilang adalah Erizal (55), Daswirman (58) dan Yusrizal (45).
SUMBER: LIPUTAN6
Banjir Pasaman Barat Rendam 11 Kecamatan

Jakarta, CNN Indonesia -- Sebelas Kecamatan di Kabupaten Pasaman Barat, Sumatra Barat, terdampak banjir sejak Kamis (11/10) malam menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah setempat.
Banjir terjadi di Wonisari Kinali, Simpang Tiga, Jambak Luhak Nan Duo, Kapa, Sasak, Batang Saman Kecamatan Pasaman, Gunung Tuleh, Sungai Aur, Koto Sawah Ujung Gading, Ranah Batahan, Air Bangis, dan Parit.
"Hingga pagi ini petugas masih memberikan bantuan evakuasi bagi korban banjir," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat Tri Wahluyo seperti dikutip Antara di Simpang Empat, Jumat.
"Kita fokus menyelamatkan warga yang terjebak di rumah, jembatan dan tempat lainnya untuk pindah ke lokasi yang aman," ia menambahkan.
Menurut dia banjir kali ini dampaknya lebih besar dibandingkan dengan banjir tahun-tahun sebelumnya karena banjir dan longsor terjadi pada titik-titik tertentu di setiap kecamatan.
BPBD belum bisa memastikan jumlah rumah yang terdampak banjir dan rusak sebab masih fokus menolong warga dan mendata dampak banjir.
Sekretaris Daerah Pasaman Barat Andrinaldi didampingi Kepala Bagian Humas Yosmar Difia meninjau dampak banjir di Batang Saman Aia Gadang dan mengimbau warga tetap waspada.
"Puluhan warga terjebak di atas jembatan Batang Saman. Sekitar 30 orang warga berhasil dievakuasi. Namun ada puluhan warga yang tidak bersedia dievakuasi padahal sangat berbahaya jika air semakin tinggi," katanya.
Hingga pagi Jumat (12/10) sejumlah daerah masih tergenang. Sementara petugas BPBD masih mengumpulkan data rumah yang rusak akibat banjir dan longsor.
SUMBER: CNN INDONESIA
Wednesday, February 28, 2018
Subscribe to:
Posts (Atom)
-
Sungai Beremas (Aia Bangih) Kode Pos: 26573 Ranah Batahan (Silapiang) Kode Pos: 26574 Koto Balingka (Parik) Kode Pos: Sungai Aur (Koto D...
-
Kemarin malam aku masih di kantor saat anak-anak nelpon... KABAR BURUK. TV di rumah tiba-tiba mati total. Si Baron pun bilang kalau dia gak ...